Rabu, 28 April 2010

MEDIA PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Media pendidikan adalah suatu bagian integral dari proses pendidikan di sekolah karena itu menjadi suatu bidang yang harus dikuasai oleh setiap guru profesional.
Bidang ini telah berkembang sedemikian rupa berkat kemajuan ilmu, teknologi dan perubahan sikap masyarakat, maka telah ditafsirkan secara lebih luas dan mempunyai fungsi yang lebih luas pula serta memiliki nilai yang sangat penting dalam dunia pendidikan di sekolah.
Sejalan dengan kemajuan ilmu, teknkologi dan perubahan sikap masyarakat dewasa ini pendidikan disekolah- sekolah telah menunjukkan perkembangan yang pesat, perubahan dan pembaharuan bukan hanya terjadi pada kurikulum, metodologi pengajaran dan penilaian pendidikan namun juga peralatan dan pemahaman- pemahaman tentang media pendidikan.

B. Masalah atau Topik Bahasan
a) Bagaimana hubungan media pendidikan dengan proses belajar mengajar?
b) Apa saja fungsi media pendidikan pada proses belajar mengajar ?
c) Apa saja persyaratan alat peraga yang memadai?
d) Bagaimana memilih alat peraga yang tepat?
e) Apa saja Ciri-ciri kegagalan menggunakan alat peraga?
f) Apa saja kelebihan dan kekurangan media pendidikan?
g) Bagaimana mengelolaan media pendidikan?

C. Tujuan Penulisan Makalah
Makalah ini dimaksudkan untuk mendiskripsikan hubungan media pendidikan dengan proses belajar mengajar, fungsi media pendidikan pada proses belajar mengajar, persyaratan alat peraga yang memadai, memilih alat peraga yang tepat, ciri-ciri kegagalan menggunakan alat peraga, kelebihan dan kekurangan media pendidikan serta pengelolaan media pendidikan.


BAB II
PEMBAHASAN
A. Hubungan Media Pendidikan dengan Proses Belajar Mengajar.
a. Pengertian belajar mengajar.
Menuut pandangan tradisional belajar adalah usaha memperoleh sujumlah ilmu pengetahuan. Manurut pandangan modern belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat interaksi dengan lingkungan. Menurut pandangan modern ini seseorang dikatakan telah melakukan proses belajar apabila terjadi perubahan tingkah laku, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan sebagainya. Tingkah laku mengandung pengertian yang luas, meliputi segi jasmani(srtuktural) dan segi rohani(fungsional). Tidak seperti pandanan tradisional yang hanya pada pengetahuan , pola tingkah laku itu terdiri dari berbagai aspek, ketrampilan, kebiasaan, emosi, budi pekerti, apresiasi, jasmani, hubungan sosial dan lain-lain.
b. Pengertian media pendidikan.
Menurut Santoso S. Hamidjojo, media adalah pendidikan adalah media yang penggunaannya diintegrasikan dangan tujuan dan isi pengajaran yang biasanya sudah dituangkan dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) dan dimaksudkan untuk mengoptimalkan pencapaian suatu kegiatan belajar mengajar.
Menurut Briggs, media pendidikan adalah peralatan fisik untuk menbawakan atau menyampaikan pengajaran, mencakup buku, film, video tape, sajian slide dan sebagainya, serta suara guru dan perilaku non verbal.
Dari dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan media pendidikan adalah perangkat”software” dan atau “hardware” yang berfungsi sebagai alat belajar dan alat bantu belajar. Yang dimaksud dengan “hardware” menurut Vernon S. Gerlack adalah peralatan seperti overhead projektor, radio, tape recorder, slide televisi dan lain-lain.sedangkan yang dimaksud dengan “software” adalah the stimuli which are stored and transmitted, misalnya informasi dan cerita yang terdapat pada film informasi dan bahan pelajaran yang terdapat dalam slide dan overhead projektor.

c. Ciri-ciri Umum Dari Media Pendidikan
Ciri-ciri umum dari media pendidikan adalah sebagai berikut:
a. Media pendidikan identik artinya dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata “raga”, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan dapat diamati menurut panca indera kita.
b. Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang bisa dilihat dan didengar.
c. Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran, antara guru dan siswa.
d. Media pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar baik didalam ataupun diluar kelas.
e. Media pendidikan mengandung aspek; sebagai alat dan sebagai teknik, yang sangat erat pertaliannya dengan metode mengajar.

B. Fungsi Media Pendidikan Pada Proses Belajar Mengajar.
D.T. Ruseffendi, mengatakan bahwa tipe berpikir dibagi menjadi empat tahap, yaitu:
a. Tahap berpikir kongkret
b. Tahap berpikir semi kongkret
c. Tahap berpikir semi abstrak
d. Tahap berpikir abstrak
Dari uraian di atas jelas sekali bahwa media pembelajaran dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk mampu berpikir abstrak. Dapat disimpulkan pula fungsi khusus dari media pendidikan antara lain sebagai berikut:
a. Untuk mengurangi atau menghindari terjadinya salah komunikasi
b. Untuk meningkatkan hasil belajar mengajar
c. Untuk meningkatkan minat belajar siswa
d. Untuk membuat konsep matematika abstrak yang dapat disajikan dalam bentuk kongkret sehingga lebih dapat dipahami, dimengerti dan dapat disajikan sesuai dengan tingkat-tingkat berpikir siswa
e. Untuk membantu daya tilik siswa dalam memahami sesuatu
f. Untuk membantu melihat hubungan antara konsep-konsep dalam matematika dengan alam sekitar
g. Dapat dijadikan sebagai obyek penelitian untuk menyempurnakan nilai-nilai atau manfaat dari alat itu sendiri
h. Untuk menghindari verblisme

C. Jenis-jenis Media Pendidikan
Dilihat dari jenisnya, media terbagi menjadi:
a. Media auditif
Media yang hanyamengandalkan suara saja seperi radio,kaset rekoorder, peringan hitam.media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan pendengaran
b. Media visual
Media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Media ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip, slides, foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun.
c. Media audio visual
Media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunya kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi dalam:
• Audio visual murni yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar derasal dari satu sumberseperti video kaset
• Audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya berasal dari slides proyektor dan unsur suaranya berasal dari tape recorder.

D. Persyaratan Alat Peraga yang Memadai.
Menurut E. T. Russeffendi, dalam bukunya Pengajaran matematika Modern seri keempat, beberapa persyaratan yang harus dimiliki alat peraga antara lain:
a. Tahan lama (dibuat dari bahan- bahan yang cukup kuat)
b. Bentuk dan warnanya menarik
c. Sederhana dan mudah dikelola (tidak rumit)
d. Ukurau sesuai (seimbang) dengan ukuran fisik anak
e. Dapat menyajikan konsep matematika, baik dalam bentuk real, gambar atau diagram
f. Sesuai dengan konsep pada matematika
g. Dapat memperjelas konsep matematika dan bukan sebaliknya (mempersulit konsep pemahaman konsep matematika)
h. Peragaan mampu menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berfikir abstrak bagi siswa
i. Bila mungkin alat peraga tersebut dapat berfaedah lipat ( banyak )

E. Memilih Alat Peraga yang Tepat.
Agar media pembelajaran mampu memberi hasil sesuai dengan yang diharapkan maka sebagai pengajar harus cermat memilih alat peraga. Kriteria pemilihan alat peraga sangat tergantung kepada:
a. Tujuan
b. Materi pelajaran
c. Strategi belajar mengajar
d. Kondisi lingkungan, seperti ruang, tempat duduk, banyak murid, waktu yang tersedia
e. Kondisi siswa
Menurut wilkinson, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih media pembelajaran, yakni
1. Tujuan
Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.
2. Ketepatgunaan
Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajarai adalah aspek-aspek yang menyakut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat. Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapain akademik.
3. Keadaan siswa
Media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa. Msialnya kalau siswa tergolong tipe auditif/visual maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.
4. Ketersediaan
Walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson, media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.
5. Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil-hasil yang akan dicapai.
Menurut Canei, R. Springfield, dan Clark., C. (1998 : 62) dasar pemilihan alat bantu visual adalah memilih alat bantu yang sesuai dengan kematangan, minat dan kemampuan kelompok, memilih alat bantu secara tepat untuk kegiatan pembelajaran, mempertahankan keseimbangan dalam jenis alat bantu yang dipilih, menghindari alat bantu yang berelebihan, serta mempertanyakan apakah alat bantu tersebut diperlukan dan dapat mempercepat pembelajaran atau tidak.

F. Kegagalan Menggunakan Media Pendidikan.
Pengajaran mengunakan alat peraga tidak selamanya membuahkan hasil baik seperti yang diharapkan. Bahkan tidak dipungkiri jika media pembelajaran dapat membuat siswa gagal dalam belajarnya. Kegagalan dalam penggunaan alat peraga terjadi bila:
a. Generalisasi konsep abstrak dari representasi hal-hal kongkret tidak tercapai
b. Alat peraga yang digunakan hanya sekedar sajian yang tidak memiliki nilai-nilai yang tidak menunjang konsep-konsep dalam pembelajaran
c. Tidak disajikan pada saat yang tepat
d. Memboroskan waktu
e. Digunakan pada anak yang sebenarnya tidak memerlukannya
f. Tidak menarik, mempersulit konsep yang dipelajari, mudah rusak
¬¬¬
G. Kelebihan dan Kekurangan Media Pendidikan.
Secara umum terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan dalam penggunaannya.
a. Kelebihan penggunaan media pembelajaran
Diantara kelebihan atau kegunaan media pembelajaran yaitu:
a. Memperjelas penyajian pesanagar tidak terlalu bersifat verbalistis( dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka)
b. Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti:
 Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, filmbingkai, film atau model
 Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar
 Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi
 Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal
 Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dll
 Konsep yang terlalu luas (gunung ber api, gempa bumi, iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film,film bingkai, gambar,dll.
c. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sifat pasif anak didik dapat diatasi. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:
 Menimbulkan kegairahan belajar
 Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
 Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing

d. Dengan sifat yang unik pada tiapsiswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa,maka guru akan mengalami kesulitan. Semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang guru dan siswa juga berbeda. Masalah ini juga bisa diatasi dengan media yang berbeda dengan kemampuan dalam:
 Memberikan perangsang yang sama
 Mempersamakan pengalaman
 Menimbulkan persepsi yang sama.
b. Kelemahan penggunaan media pembelajaran
Ada beberapa kelemahan sehubungan dengan gerakan pengajaran visual anatar lain terlalu menekankan bahan-bahan visualnya sendiri dengan tidak menghirukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan desain,pengembangan,produksi, evaluasi, dan pengelolaan bahan-bahan visual. Disamping itu juga bahan visual dipandang sebagai alat bantu semata bagi guru dalam proses pembelajaran sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran dan alat bantu tersebut diabaikan.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media pendidikan adalah perangkat”software” dan atau “hardware” yang berfungsi sebagai alat belajar dan alat bantu belajar. Yang dimaksud dengan “hardware” menurut Vernon S. Gerlack adalah peralatan seperti overhead projektor, radio, tape recorder, slide televisi dan lain-lain.sedangkan yang dimaksud dengan “software” adalah the stimuli which are stored and transmitted, misalnya informasi dan cerita yang terdapat pada film informasi dan bahan pelajaran yang terdapat dalam slide dan overhead projektor.
Dilihat dari jenisnya, media terbagi menjadi tiga yaitu Media auditif, Media visual dan Media audio visual.
Setiap media pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan yang antara lain,memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis,dan kelemahan pada media audio visual adalah terlalu menekankan pada penguasaan materi dari pada proses pengembangannya.
Media sebenarnya akan sangat membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan meskipun banyak kekurangan yanng ada didalamnya. Maka diharapkan kekreatifitasan guru dalam memilih media mana yang lebih cocok untuk diterapkan dalam kelas. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah materi yang akan disampaikan, situasi kelas dan sarana pra sarana.

B. Saran-saran
Kepada para pengajar agar tidak mengesampingkan alat peraga mengingat betapa besar manfaatnya. Para pengajar juga tidak boleh berpangku tangan dengan media pembelajarn yang sudah ditemukan, peran aktif para pengajar mencari penemuan-penemuan baru untuk menambah gudang media pembelajaran sangat diperlukan. Selain itu pihak pihak lain juga tidak boleh kalah mendukung, misalnya untuk kepala sekolah, lembaga pendidikan itu sendiri dan oang tua siswa.


DAFTAR PUSTAKA
Hamalik, Oemar. DR. 1989. “Media Pendidikan”. Bandung: Citra Aditya Bakti
Darhim, Drs. 1992. “Materi Pokok Work Shop Matematika”. Jakarta: Universitas Terbuka, Departemen Pendidikan
http://neozonk.blogspot.com/2007/11/rangkuman-buku-media-pembelajaran.html
http://rumahmakalah.wordpress.com/2008/11/07/macam-macam-media-pembelajaran-karakteristik-serta-kelebihan-dan-kekurangannya/
http://www.ditpertais.net/swara/warta17-01.asp

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar